Djajang Nurjaman antusias menyambut dataangnya Liga Piala Wali Kota

Ridwan Kamil mencanangkan Liga Piala Wali Kota Demi Tetap enghidupkan Persepakbolaan Tanah Air

Kaleidoskop Metro dan Kriminal 2015 (liputan6.com/desi)

Peristiwa kriminal yang terjadi selama tahun 2015 hendaknya menjadi cerminan bagi semua orang untuk lebih berhati-hati

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

In Memoriam Habib Selon

Kepergian Habib Selon ke Hadapan Sang Ilahi Diduga akibat Penyakit Jantung yang Dideritanya

Jakarta Timur, Rabu (2/12).

Presiden Jokowi saat memberikan pidato di Bandara Halim Perdanakusuma.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Senin, 28 Desember 2015

Keterbatasan Fisik dan Ejekan dari Orang Sekitar Bukan Halangan Meraih Prestasi

MANCHESTER, (PRLM).- Seorang mahasiswa Indonesia yang tengah mengambil program doktoral di Manchester, Inggris bercerita bagaimana ia menghadapi ejekan dan kesulitan dalam meraih "mimpi'nya di tengah keterbatasan fisiknya.

‪Muhammad Zulfikar Rakhmat (22) melalui segmen #KabarDariInggris BBC, bercerita bahwa sejak lahir ia mengalami Ashpyxia Neonatal, gangguan yang menyebabkannya tidak bisa bicara lancar dan tidak dapat menggunakan kedua tangan untuk sejumlah aktivitas termasuk menulis.

Ia saat ini tengah melakukan penelitian doktoral di Universitas Manchester tentang dampak perkembangan negara Asia terhadap perkembangan politik di Timur Tengah, setelah sebelumnya mengambil S2 di universitas yang sama.

Zulfikar, yang pindah dari Indonesia ke Qatar saat berusia 15 tahun bersama kedua orang tuanya- meraih gelar sarjana dengan predikat terbaik di Universitas Qatar.

"Karena saya tidak bisa menulis dengan tangan, saya harus bawa laptop kemana-mana. Tapi saya tidak pernah menganggap ini sebagai beban, jalani saja - pasti ada jalan. Tuhan tidak pernah membebani hambanya melebihi kemampuan mereka," kata Zulfikar.

"Mungkin terkadang gaya bicara saya yang gagap membuat orang yang baru saya temui agak kesulitan memahami, tetapi lagi-lagi selalu ada jalan untuk mengatasinya seperti mengulangnya atau menjelaskannya melalui pos-el setelah pertemuan."

"Saya mengalami berbagai macam bullying, seperti ditertawakan, diejek, dikunci di kamar mandi, gerakan tangan saya yang 'aneh' diperagakan di depan kelas, dan lain-lain," cerita Zulfikar tentang ejekan dan cemoohan yang ia terima saat masih tinggal di Indonesia.

Ejekan yang paling parah yang dialami adalah, "Ketika seseorang mempertanyakan kemampuan saya untuk mencapai mimpi yang saya miliki. Saat itu sempat memang saya malas untuk sekolah karena 'takut."

Sosok dan nasihat sang ayah menjadi panutan Zulfikar dalam kehidupan sehari-hari

Tetapi ayah saya selalu berpesan bahwa jika saya nggak mau sekolah, berarti saya membiarkan keterbasan saya menang. Satu-satunya jalan waktu itu adalah membuktikan bahwa kita tidak seperti apa yang mereka katakan dan lebih berharga dari apa yang mereka tertawakan.

Zulfikar mengatakan sejak pindah ke Qatar, "Tidak ada 'bullying' seperti yang saya dapati di Indonesia. Semua saling memberi dukungan, dan tidak ada 'rasa tidak percaya' terhadap mimpi yang dimiliki seseorang. Mereka percaya bahwa dalam kondisi apapun seseorang bisa menggapai mimpinya jika ada semangat dan kerja keras."

Selain politik Timur Tengah dan Asia, Zulfikar juga tertarik pada ilmu komputer dan jurnalistik, dengan pengalaman menulis artikel di sejumlah media. (dailymail/A-88)**
Sumber: Pikiran Rakyat

Minggu, 27 Desember 2015

Kabar Duka: Habib Selon Pejabat Tinggi FPI Tutup Usia


Dairydistro.com - Keluarga besar sudah punya firasat Habib Salim Alatas alias Habib Selon akan meninggalkan mereka. Pria yang akrab disapa Habib Selon itu meninggal pagi tadi.

"Ya keluarga sebenarnya sudah ada firasat kalau Habib akan pergi," kata Fitri, adik iparnya saat ditemui di rumah duka di Kampung Sawo kecik, Lapangan Ros, Bukit Duri, Tebet,Jakarta Selatan, Senin (28/12).

Firasat Habib Selon akan pergi juga dirasakan adik kandungnya, Habib Ali. Kepada Ali, Habib Selon meminta dicarikan ambulans dan menitipkan anak-anaknya.

"Kakak ane pernah pernah bilang beberapa hari lalu untuk jagain anak-anaknye. Terus baru dua hari ini dia minta cariin mobil ambulans untuk orang yang tidak mampu," katanya dengan sedih.

Disebutnya, Habib Selon, memang suka merasa nyeri di bagian jantungnya. Sakit jantung itu sudah diderita setahun terakhir.

"Sudah gitu sering dia nyeri jantungnya," tambahnya.
Sumber: merdeka.com

Isi Waktu Kosong Persib Berlaga di Kompetisi Lokal



Dairydistro.com Bandung– Usai tersingkir dari Piala Jenderal Sudirman 2015, Persib Bandung hanya menggelar latihan sebanyak tiga kali dalam satu pekan yang diselingi dengan laga uji coba untuk menjaga kebugaran pemain. Mereka pun menyambut ikhtikad baik Wali Kota Bandung untuk menggelar turnamen.
Meski baru sekadar wacana untuk menggelar turnamen Piala Wali Kota Bandung, pelatih Maung Bandung, Djadjang “Djanur” Nurdjaman sudah berharap hal itu benar terlaksana.
Ia ingin turnamen itu digelar seperti Piala Presiden atau Piala Jenderal Sudirman, perhelatan yang digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi Tanah Air. "Ya bagus (turnamen Piala Wali Kota), karena sampai saat ini kompetisi belum ada. PSSI atau pemerintah juga mempersilakan mengadakan turnamen sebanyak mungkin. Jadi ketika Pak Wali Kota merencanakan seperti itu kami sambut dengan baik," ucap Djanur di situs resmi Persib, Jumat (25/12/2015).
Vakumnya kompetisi Indonesia yang beken dengan nama Indonesian Super League (ISL) terjadi setelah sanksi FIFA yang membekukan sepakbola Tanah Air. Hal itu ujung dari pembekuan PSSI oleh Kemenpora.

Evaluasi Kilas Kriminal 2015: Mulai Dari Ahok Marah hingga Ke Artis yang Pasrah

Dairydistro.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjadi 'bintang' pada 2015. Gaya meledak-ledaknya saat menyelesaikan sejumlah persoalan Ibu Kota menyedot perhatian pembaca Liputan6.com.

Tak hanya soal Ahok, beberapa kejadian di Jakarta juga menjadi sorotan luas. Pada awal tahun, kecelakaan tragis terjadi di Pondok Indah. Christopher Daniel Sjarif menyetir ugal-ugalan hingga memicu tabrakan maut.

Di jalanan, aksi main hakim sendiri terjadi di Pondok Aren. Warga tak kuasa menahan kesumat pada pelaku-pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan. Seorang begal yang tertangkap dibakar hidup-hidup.

Masih di awal tahun, aksi BNN membongkar 840 kilogram (kg) sabu asal China patut diacungi jempol. Pengungkapan ini tercatat menjadi yang terbesar se-Asia sepanjang operasi pemberantasan narkotika.

Seiring tahun Kambing Kayu berjalan, bergulir pula sejumlah peristiwa menonjol. Ada penggusuran permukiman Kampung Pulo, Jakarta Timur; kisruh sampah Jakarta dan Bekasi, sampai kericuhan Jakmania saat laga Piala Presiden.

Penghujung tahun ditutup dengan heboh penggerebekan artis di sebuah hotel mewah, termasuk 2 orang yang diduga sebagai muncikari. Penggerebekan ini terkait dengan operasi atas prostitusi yang melibatkan artis.

Berikut kilas peristiwa-peristiwa Metro dan Kriminal sepanjang 2015 yang banyak diikuti pembaca Liputan6.com. Berita apa yang paling menarik perhatian Anda?

Rencana Reshuffle, Jokowi Diharap Bisa Menjadi Figur Pelatih Sepak Bola

gugumgumbiraofficial.blogspot.co.id Isu reshuffle jilid II oleh Presiden Joko Widodo terhadap jajaran menteri Kabinet Kerja masih terus kencang berembus. Menurut pengamat politik Adhie Massardi, Presiden seharusnya bisa seperti pelatih sepakbola yang bisa mengganti pemainnya di lapangan yang tidak bermain dengan baik.

‎"Seperti bola saja. 1 atau 2 pemain yang tidak perform ditarik keluar, diganti," ujar Adhie di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2015).

Namun, kata Adhie, jika melihat reshuffle jilid I, Presiden Jokowi akan melakukan pergantian atau reposisi menteri secara bersamaan melalui 'rombongan'. Bukan pergantian 1 atau 2 orang saja.

Karenanya, di mata Adhie, kewenangan pergantian menteri secara 'rombongan' atau 1 hingga 2 orang sejatinya ada di tangan Jokowi. Jadi, Jokowi harus menggunakan seluruh kewenangannya yang dipunya untuk reshuffle.
"Jokowi harus menggunakan kewenangannya 100 persen. Kalau lihat gelagat politiknya, pergantian menteri dilakukan secara kloter," kata Adhie.

Lalu apa kriteria penilaian yang bisa dijadikan acuan dasar Presiden mengganti atau menukar posisi menteri di kabinetnya? Menurut Adhi, jelas adalah mereka yang tidak bisa menunjukkan kinerja menuju Nawacita yang dicanangkan Presiden‎.

‎"Indikator reshuffle gampang. Jokowi kan punya program Nawacita dan Trisakti. Siapa menteri-menteri yang tidak bekerja sesuai Nawacita dan Trisakti karena sibuk sendiri atau jadi antek-antek kepentingan asing, maka dia harus diganti," tegas dia.

‎Satu hal yang turut digarisbawahi Adhie adalah soal waktu yang tepat bagi Presiden melakukan reshuffle kabinet. Waktu yang tepat itu dinilainya adalah Desember 2015. Dengan begitu, seiring tahun baru dimulai, rakyat punya harapan baru.

"Waktu paling pas Desember ini. Jadi pada 2016 rakyat punya harapan baru terhadap menteri baru," kata Adhie.
Sumber: liputan6.com

Sabtu, 26 Desember 2015

Kode= Fashion 15


Kode= Fashion 14